««•»»وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
««•»»
wa-idz akhadznaa mina alnnabiyyiina miitsaaqahum waminka wamin nuuhin wa-ibraahiima wamuusaa wa'iisaa ibni maryama wa-akhadznaa minhum miitsaaqan ghaliizhaan
««•»»
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh {1203}.
{1203} Perjanjian yang teguh ialah kesanggupan menyampaikan agama kepada umatnya masing-masing.
««•»»[Recall] when We took a pledge from the prophets, and from you and from Noah and Abraham and Moses and Jesus son of Mary, and We took from them a solemn pledge,
««•»»
Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT mengingatkan kepada Nabi Muhammad saw bahwa Dia telah menerima janji dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa bahwa mereka benar-benar akan menyampaikan agama Allah kepada manusia. dan bahwa mereka akan saling tolong menolong dalam menyampaikan risalab itu, yaitu dengan cara mengakui Nabi-nabi yang terdahulu dari mereka sebagai Nabi-nabi Allah.
Ayat ini senada dengan firman Allah SWT:
أخذ الله ميثاق النبيين لما ءاتيتكم من كتاب وحكمة ثم جاءكم رسول مصدق لما معكم لتؤمنن به ولتنصرنه قال ءأقررتم وأخذتم على ذلكم إصري قالوا أقررنا قال فاشهدوا وأنا معكم من الشاهدين
Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para Nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadmu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian Ku terhadap yang demikian itu?". Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para Nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".
(QS. Ali Imran [3]:81)
Dalam ayat ini hanya disebutkan para Nabi yang termasuk "Ulul azmi", yaitu Muhammad, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, karena merekalah yang mempunyai syariat dan kitab.
Janji yang diberikan oleh para Nabi itu adalah janji yang kuat dan berat yang harus ditepati, karena di akhirat nanti Allah SWT akan menanyakan kepada umat-umatnya yang telah diutus kepadanya Rasul-rasul, dan Rasul-rasul sendiri akan ditanya pula kepada mereka tentang pelaksanaan tugas yang telah mereka janjikan itu.
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
فلنسئلن الذين أرسل إليهم ولنسئلن المرسلين
Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus Rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) Rasul-rasul (kami).
(QS. Al A'raaf [7]:6)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan) ingatlah (ketika Kami mengambil dari nabi-nabi perjanjian mereka) ketika mereka dikeluarkan dari tulang sulbi Adam sebagaimana benda yang paling kecil layaknya. Lafal adz-dzurri bentuk jamak dari lafal dzurrah artinya semut yang paling kecil (dan dari kamu sendiri, dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam) hendaknya mereka menyembah Allah dan menyeru supaya beribadah kepada-Nya. Disebutkannya kelima nabi ini termasuk mengathafkan sesuatu kepada bagiannya (dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh) janji yang sangat berat untuk melaksanakan apa-apa yang harus mereka pikul, yakni bersumpah atas nama Allah, kemudian perjanjian itu diambil oleh-Nya.
««•»»
And, mention, when We took a pledge from the prophets, at the point when they were brought forth from the loins of Adam, the size of atoms, and from you, and from Noah and Abraham and Moses and Jesus son of Mary, that they worship [only] God and call others to worship Him (the mention of the five [names] is an instance of supplementing the specific to the general). And We took from them a solemn pledge, a solid [one], that they fulfil what they have been charged with, and this was [effected] by [swearing] an oath to God, after which the pledge was consummated;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 6]•[AYAT 8]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#33:7

Tidak ada komentar:
Posting Komentar