Senin, 20 April 2015

[033] Al Ahzab Ayat 014

««•»»
Surah Al Ahzab 14

وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِمْ مِنْ أَقْطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُوا الْفِتْنَةَ لَآتَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُوا بِهَا إِلَّا يَسِيرًا
««•»»
walaw dukhilat 'alayhim min aqthaarihaa tsumma su-iluu alfitnata laaatawhaa wamaa talabbatsuu bihaa illaa yasiiraan
««•»»
Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad {1207}, niscaya mereka mengerjakannya; dan mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat.
{1207} Yang dimaksud dengan berbuat fitnah Ialah: murtad, atau memerangi orang Islam.
««•»»
Had they been invaded from its flanks[1] and had they been asked to apostatize, they would have done so with only a mild hesitation,
[1] That is, of the city Madīnah.
««•»»

Ayat ini menerangkan, kelemahan hati dan keyakinan orang-orang munafik dan Yahudi yang sedang menerima cobaan Allah itu. Mereka tidak sanggup mengatasi kesukaran-kesukaran yang sedang mereka hadapi, tidak sanggup menghadapi bahaya dan ancaman yang datang kepada mereka, sehingga mereka meminta kepada Rasulullah saw agar diizinkan meninggalkan medan pertempuran.

Keadaan hati dan keyakinan mereka itu dilukiskan Allah SWT sebagai berikut: "Seandainya tentara bersekutu itu memasuki rumah-rumah orang munafik dan Yahudi itu dari segenap penjuru, merusak dan merampas apa yang ada di dalamnya, menganiaya dan membunuh anak-anak dan keluarga mereka, kemudian tentara bersekutu itu meminta kepada mereka agar kembali memeluk agama syirik dan mengadakan keonaran serta menghantam kaum Muslimin dari belakang, tentulah mereka membiarkan tindakan musuh itu dan mengikuti segala yang mereka kehendaki, akibat ketakutan dan tidak adanya Cita-cita dalam hati mereka, kecuali mencari kesenangan duniawi dan keuntungan pribadi belaka.

Dari ayat ini dipahami bahwa ketakutanlah yang merupakan sebab, sehingga orang-orang munafik dan Yahudi itu tidak mempunyai pendirian. Ketakutan itu timbul di dalam hati mereka karena tidak ada keimanan sedikitpun. Padahal jika mereka pikir benar-benar dan menimbang untung ruginya, mereka lebih selamat jika mereka mengikuti peperangan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kalau diserang) kota Madinah (dari segala penjuru) dari segala arahnya (kemudian diminta kepada mereka) yakni mereka diminta oleh orang-orang yang menyerang mereka (supaya murtad) supaya musyrik (niscaya mereka mengerjakannya) niscaya mereka menuruti kemauannya; lafal ayat ini huruf hamzahnya dapat dibaca panjang sehingga bacaannya menjadi la-aatauhaa dan dapat dibaca pendek sehingga bacaannya menjadi la-atauhaa (dan mereka tidak akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat).
««•»»
And had they been invaded in it, namely, Medina, from all sides and had they been exhorted, in other words, had the invaders exhorted them, to treachery, [a return to] idolatrous ways, they would have committed it (read la-ātawhā, or la-atawhā, meaning, ‘they would have offered it’, or ‘they would have committed it’ [respectively]) and would have hesitated thereupon but a little.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar