Rabu, 08 April 2015

[033] Al Ahzab Ayat 009

««•»»
Surah Al Ahzab 9

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا
««•»»
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu udzkuruu ni'mata allaahi 'alaykum idz jaa-atkum junuudun fa-arsalnaa 'alayhim riihan wajunuudan lam tarawhaa wakaana allaahu bimaa ta'maluuna bashiiraan
««•»»
ai orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni'mat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya {1205}. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.
{1205} Ayat ini menerangkan kisah AHZAB Yaitu golongan-golongan yang dihancurkan pada peperangan Khandaq karena menentang Allah dan Rasul-Nya. yang dimaksud dengan tentara yang tidak dapat kamu Lihat adalah Para Malaikat yang sengaja didatangkan Tuhan untuk menghancurkan musuh-musuh Allah itu.
««•»»
O you who have faith! Remember Allah’s blessing upon you when the hosts came at you, and We sent against them a gale and hosts whom you did not see. And Allah sees best what you do.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT mengingatkan kepada kaum Muslimin akan nikmat yang besar yang telah dilimpahkan Nya kepada mereka pada perang Ahzab, yaitu ketika mereka dikepung rapat oleh tentara yang bersekutu yang terdiri dari tentara kaum Quraisy, Bani Gatfan, Bani Nadir yang telah dibuang Rasulullah ke Khaibar dan tentara-tentara yang lain yang datang menyerang mereka ke Madinah.

Setelah sebulan mereka terkepung maka Allah menghalau musuh-musuh mereka itu dengan tentara malaikat dan topan yang amat dingin dan kencang di malam yang sangat dingin pula, sehingga menerbangkan kemah-kemah tentara itu. Pada waktu itu timbullah kegentaran dan ketakutan dalam hati musuh-musuh itu, sehingga salah seorang pemimpin mereka yang bernama Tulaihah bin Khawailid Al Asadi berkata: "Muhammad telah menyihir kamu, maka selamatkan dirimu, selamatkan dirimu!"

Dengan demikian maka perang Ahzab ini dimenangkan oleh kaum Muslimin tanpa terjadi pertempuran, karena musuh telah di halau oleh tentara malaikat dan topan angin dingin yang amat kencang itu.

Pada akhir ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia melihat dan mengetahui segala yang dikerjakan kaum Muslimin dalam perang Ahzab itu, seperti menggali parit, menyusun taktik dan strategi peperangan untuk menegakkan agama Nya, demikian pula segala penderitaan yang mereka alami selama sebulan dikepung musuh, tetapi semua penderitaan itu mereka hadapi dengan tabah dan sabar. Terhadap semua yang dikerjakan kaum Muslimin itu. Allah SWT akan memberi balasan yang berlipat ganda.

Pada ayat berikut ini digambarkan keadaan kaum Muslimin dan tentara yang bersekutu yang saling berhadap-hadapan itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada kalian ketika datang kepada kalian tentara-tentara) orang-orang kafir yang bersekutu sewaktu perang Khandaq (lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang kalian tidak dapat melihatnya) yakni bala tentara malaikat. (Dan adalah Allah terhadap apa yang kalian kerjakan) kalau dibaca ta`maluuna yang dimaksud adalah bekerja menggali parit, dan kalau dibaca ya`maluuna yang dimaksud adalah mereka yang bersekutu yaitu kaum musyrikin (Maha Melihat.)
««•»»
O you who believe! Remember God’s favour to you when hosts, of disbelievers, came against you, as confederates, at the time the Ditch (al-khandaq) was being dug, and We unleashed against them a [great] wind and hosts, of angels, you did not see. And God is ever Seer of what you do (read ta‘malūna to imply ‘in the way of [your] digging of the ditch’; or read ya‘malūna, ‘[of what] they do’, to imply ‘the idolaters’ forming of a confederation’).

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Ibnu Abu Hatim dan Imam Baihaqi di dalam kitab Dalail keduanya mengetengahkan sebuah hadis melalui Kutsayyir ibnu Abdullah ibnu Amr Al Muzanni yang ia terima dari ayahnya, kemudian ayahnya menerimanya dari kakeknya. Kakek Kutsayyir menceritakan bahwa pada saat perang Ahzab Rasulullah saw. menggali parit. Maka Allah swt. mengeluarkan sebuah batu putih yang bundar bentuknya lagi sangat besar dari dalam perut bumi.

Kemudian Rasulullah saw. mengambil sebuah kapak pemecahan batu, lalu memukulkannya pada batu itu sekali pukul batu itu pecah dan dari pukulan itu keluar sinar yang menerangi antara dua batas kota Madinah. Setelah itu nabi bertakbir dan kaum Muslimin pun bertakbir pula. Kemudian Rasulullah saw. memukul batu itu untuk kedua kalinya; sehingga batu itu pecah lagi, dan dari pukulan itu keluar sinar yang menerangi apa yang ada di antara kedua batas kota Madinah. Setelah itu Rasulullah saw. bertakbir, dan kaum Muslimin pun ikut bertakbir pula.

Rasulullah saw. memukulnya lagi untuk yang ketiga kalinya sehingga batu itu pecah berantakan, dari pukulan itu keluar sinar yang menerangi apa yang ada di antara kedua batas kota Madinah, maka Rasulullah saw. bertakbir dan kaum Muslimin pun ikut bertakbir pula.

Setelah itu Rasulullah saw. ditanyai mengenai hal tersebut, beliau menjawab, "Sewaktu aku melakukan pukulan yang pertama, memancar sinar dari pukulanku itu yang cahayanya menerangi gedung-gedung kota Hairah dan kota-kota Kisra (Persia).

Kemudian malaikat Jibril memberitahukan kepadaku, bahwa kelak umatku akan menguasai tempat-tempat tersebut. Dan pada pukulan yang kedua, muncul pula sinar yang cahayanya menerangi gedung-gedung milik orang-orang Romawi, kemudian malaikat Jibril memberitahukan kepadaku, bahwa kelak umatku akan menguasainya. Dan pada pukulan yang ketiga membersit sinar daripadanya yang menerangi gedung-gedung kota Shan'a, dan malaikat Jibril memberitahukan kepadaku, bahwa kelak umatku akan menguasainya".

Orang-orang munafik pada saat itu mengatakan, "Apakah kalian tidak heran, dia (Nabi Muhammad) berbicara dengan kalian dengan memberikan harapan dan janji yang batil, dan memberitahukannya kepada kalian, bahwa dia dapat melihat gedung-gedung kota Hairah dan kota-kota raja Kisra dari kota Yatsrib ini, dan ia mengatakan, bahwa kota-kota tersebut kelak akan dikuasai oleh kalian. Dan sesungguhnya kalian hanyalah sedang menggali parit, sungguh tidak masuk akal, niscaya kalian tidak akan mampu untuk menang".

Lalu turunlah ayat Alquran, yaitu firman-Nya,
"Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata, 'Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya'...".
(QS. Al Ahzab [33]:12)

Juwaibir mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Mu'tib ibnu Qusyayyir Al Anshari; dialah yang mengatakan perkataan tersebut.

Ibnu Ishaq mengetengahkan sebuah hadis, demikian pula Imam Baihaqi yang kedua-duanya melalui Urwah ibnu Zubair, Muhammad ibnu Kaab Al Qurazhi dan lain-lainnya, bahwa Mu'tib ibnu Qusyayyir pernah mengatakan, "Muhammad bermimpi bahwa ia dapat meraih perbendaharaan kerajaan Kisra dan kerajaan Kaisar Romawi, sedangkan salah seorang dari kita masih belum merasa aman (dari musuh) bila pergi membuang hajat besarnya".

Aus ibnu Qaizhi berkata di tengah-tengah segolongan kaumnya, "Sesungguhnya rumah-rumah kita dalam keadaan tidak terjaga; rumah-rumah kami berada di luar kota Madinah, maka izinkanlah kami untuk kembali kepada istri-istri dan anak-anak kami".

Lalu Allah menurunkan firman-Nya kepada Rasul-Nya sewaktu kaum Muslimin dicekam oleh rasa takut terhadap musuh, yaitu untuk mengingatkan mereka akan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka dan perlindungan-Nya kepada diri mereka, yang sebelumnya mereka mempunyai prasangka yang buruk dan sesudah orang-orang munafik mengembus-embuskan berita dusta yang menakutkan mereka.

Firman Allah swt. itu sebagai berikut,
"Hai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepada kalian ketika datang kepada kalian tentara-tentara..."
(QS. Al Ahzab [33]:9)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar