Senin, 22 Juni 2015

[033] Al Ahzab Ayat 020

««•»»
Surah Al Ahzab 20

يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا وَإِنْ يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُمْ بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنْبَائِكُمْ وَلَوْ كَانُوا فِيكُمْ مَا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا
««•»»
yahsabuuna al-ahzaaba lam yadzhabuu wa-in ya/ti al-ahzaabu yawadduu law annahum baaduuna fii al-a'raabi yas-aluuna 'an anbaa-ikum walaw kaanuu fiikum maa qaataluu illaa qaliilaan
««•»»
Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badwi, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.
««•»»
They suppose the confederates have not left yet, and were the confederates to come [again], they would wish they were in the desert with the Bedouins asking about your news, and if they were with you they would fight but a little.
««•»»

Orang-orang munafik itu akibat sangat ketakutan, mereka mengira bahwa tentara yang bersekutu itu masih berada di medan pertempuran, padahal tentara-tentara itu telah lari berserakan, kembali ke negeri mereka masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang munafik itu, karena mereka adalah orang-orang yang pengecut dan tidak beriman, maka mereka tidak ikut berperang, seakan-akan mereka tidak hadir di medan perang itu. Oleh karena itu mereka tidak menghayati gerak gerik musuh. Dalam pada itu, kalau kiranya tentara yang bersekutu itu kembali lagi menyerang mereka menginginkan agar mereka berada di Badiyah (padang pasir) yang jauh dari kota bersama-sama Arab Badwi dan penduduk padang pasir, agar mereka tidak kena bahaya peperangan. Bagi mereka cukuplah kiranya bila telah dapat bertanya kepada orang-orang yang datang ke tempat mereka itu tentang keadaan Nabi dan kaum Muslimin.

Selanjutnya Allah SWT menerangkan bahwa pada peperangan yang telah lewat itu, andaikata orang-orang munafik itu tidak meninggalkan medan pertempuran dan tetap bersama kaum Muslimin digaris depan, kemudian terjadi pertempuran yang dahsyat, maka mereka juga tidak akan ikut berperang, atau kalau mereka ikut berperang mereka berperang tidak dengan sepenuh hati dan keimanan, mereka akan melawan musuh sekadar memenuhi permintaan Nabi saja, dan mereka juga tidak meninggalkan medan pertempuran di saat-saat musuh melakukan serangan yang gencar.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka mengira golongan-golongan yang bersekutu itu) yaitu orang-orang kafir (belum pergi) maksudnya belum kembali ke Mekah disebabkan perasaan takut mereka terhadapnya (dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali) mengadakan serangan ulang (niscaya mereka ingin) mengharapkan (berada di dusun-dusun bersama orang-orang Arab badui) berada di tengah-tengah mereka di perkampungan (sambil menanya-nanya tentang berita-berita kalian) yakni kabar kalian beserta orang-orang kafir yang menyerang kalian. (Dan sekiranya mereka berada bersama kalian) di dalam serangan kali ini (mereka tidak akan berperang melainkan sebentar saja) hanya karena pamer dan takut dicela sebab tidak ikut berperang.
««•»»
They suppose that the confederates, of disbelievers, have not [yet] departed, to Mecca, because of their fear of them, and were the confederates to come, a second time, they would wish that they were in the desert with the Bedouins asking about your news, your encounters with the disbelievers. And if they were among you, this second time, they would fight but a little, for show and for fear of being reviled.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:20

[033] Al Ahzab Ayat 019

««•»»
Surah Al Ahzab 19

أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَى عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُمْ بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ أُولَئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا
««•»»
asyihhatan 'alaykum fa-idzaa jaa-a alkhawfu ra-aytahum yanzhuruuna ilayka taduuru a'yunuhum kaalladzii yughsyaa 'alayhi mina almawti fa-idzaa dzahaba alkhawfu salaquukum bi-alsinatin hidaadin asyihhatan 'alaa alkhayri ulaa-ika lam yu/minuu fa-ahbatha allaahu a'maalahum wakaana dzaalika 'alaa allaahi yasiiraan
««•»»
Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik- balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
««•»»
grudging you [their help]. So when there is panic, you see them observing you, their eyes rolling, like someone fainting at death. Then, when the panic is over, they scald you with [their] sharp tongues in their greed for riches. They never have had faith. So Allah has made their works fail, and that is easy for Allah.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menyebutkan sifat-sifat orang-orang yang selalu menghindarkan diri dari ikut berperang bersama Nabi itu:
  1. Mereka tidak menolong Muhammad dan kaum Muslimin dalam menghadapi musuh-musuh, baik pertolongan berupa harta benda maupun berupa jiwa raga.
  2. Apabila musuh-musuh telah menyerang dan orang-orang yang beriman telah bertempur dengan gagahnya, menolak serangan musuh, mereka menoleh ke kiri dan ke kanan, karena ketakutan dan mencari-cari jalan kesempatan lari dari medan pertempuran menghindari mati.
  3. Apabila pertempuran telah usai dan merasa diri mereka telah aman, mereka bersikap sombong dan membangga-banggakan jasa dan keberanian dalam medan pertempuran padahal semua itu adalah omong kosong belaka yang menyakitkan hati. Seakan-akan merekalah orang-orang yang berperang mati-matian sampai kemenangan tercapai, padahal semua yang mereka katakan itu adalah dusta belaka.
  4. Mereka sangat rakus kepada harta rampasan yang telah diperoleh kaum Muslimin, dan tidak mau melepaskan sesuatu yang telah mereka dapat. Padahal sebelumnya mereka tidak mau mengeluarkan harta untuk menolong Nabi saw.
Orang-orang yang telah disebutkan sifat-sifatnya itu pada hakikatnya adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul Nya, tidak beramal dengan tulus ikhlas dan tidak mau berkorban sedikitpun, karena mereka adalah orang-orang munafik. Karena sifat dan sikap mereka yang demikian itu, maka Allah SWT menghapus segala pahala amal perbuatan mereka dan menjadikan nya seolah-olah debu yang beterbangan yang tidak ada artinya sama sekali.

Pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa menghapuskan pahala amal perbuatan orang-orang munafik itu bukanlah suatu yang sukar bagi Allah, tetapi amat mudah bagi Nya, karena Dia Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui segala sesuatu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka bakhil terhadap kalian) maksudnya sangat perhitungan dalam menolong dan membantu kalian. Lafal asyihhatan bentuk jamak dari lafal syahiihun; berkedudukan menjadi hal atau kata keterangan keadaan dari dhamir yang terkandung di dalam lafal ya'tuuna (apabila datang ketakutan, kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti) penglihatan atau seperti terbeliaknya (orang yang pingsan karena akan mati) yaitu orang yang sedang sekarat maut (dan apabila ketakutan telah hilang) harta-harta rampasan telah diperoleh kaum Muslimin (mereka mencaci kalian) menyakiti kalian atau memukul kalian (dengan lidah yang tajam, sedangkan mereka bakhil untuk berbuat kebaikan) atas harta rampasan yang telah diperolehnya. (Mereka itu tidak beriman) sesungguhnya (maka Allah menghapus pahala amal mereka. Dan yang demikian itu) penghapusan pahala amal perbuatan itu (adalah mudah bagi Allah) dengan kehendak-Nya.
««•»»
grudging to you, in their help (ashihha, ‘grudging’, is the plural of shahīh, and is a circumstantial qualifier referring to the subject [of the verb] ya’tūna, ‘they engage’). And when there is a panic, you see them looking at you, their eyes rolling like one, that is, like the look of one, or the rolling of one, fainting at death, in other words, [one] in the throes thereof; but when the panic subsides, and the spoils have been secured, they scald you, they hurt you, or they smite you, with [their] sharp tongues, in their greed for the riches, in other words, for the spoils, which they demand [greedily]. Those, they never believed, really. Therefore God has invalidated their works, and that, invalidation, is easy for God, by His will.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:19

[033] Al Ahzab Ayat 018

««•»»
Surah Al Ahzab 18

قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الْمُعَوِّقِينَ مِنْكُمْ وَالْقَائِلِينَ لِإِخْوَانِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا وَلَا يَأْتُونَ الْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا
««•»»
qad ya'lamu allaahu almu'awwiqiina minkum waalqaa-iliina li-ikhwaanihim halumma ilaynaa walaa ya/tuuna alba/sa illaa qaliilaan
««•»»
Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang- halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara- saudaranya: "Marilah kepada kami". Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar.
««•»»
Allah knows those of you who discourage others, and those who say to their brethren, ‘Come to us!’ and they take little part in the battle,
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT mengetahui dengan sesungguhnya orang-orang yang menghambat-hambat manusia mengikuti Rasulullah saw berperang di jalan Nya, sebagaimana Dia mengetahui pula orang-orang yang enggan dan minta izin kepada Rasulullah saw tidak ikut berperang serta orang-orang yang mengajak penduduk Madinah agar tidak ikut berperang bersamanya.

Dalam pada itu ada pula orang-orang yang ikut berperang sebentar saja sekadar untuk memperlihatkan kepada kaum Muslimin bahwa sebenarnya mereka itu termasuk orang yang ikut berperang, tetapi di saat kaum Muslimin terlengah mereka menghilang dengan diam-diam dan kembali ke rumahnya masing-masing.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi) yang menghambat (di antara kalian dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya, "Marilah) kemarilah (kepada kami." Dan mereka tidak mendatangi peperangan) pertempuran (melainkan hanya sebentar) hanya ingin pamer dan cari muka.
««•»»
Indeed God already knows the hinderers among you and those who say to their brethren, ‘Come to us’, and they do not engage in the battle except a little, for show and for [the sake of their] reputation,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:18