Senin, 22 Juni 2015

[033] Al Ahzab Ayat 019

««•»»
Surah Al Ahzab 19

أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَى عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُمْ بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ أُولَئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا
««•»»
asyihhatan 'alaykum fa-idzaa jaa-a alkhawfu ra-aytahum yanzhuruuna ilayka taduuru a'yunuhum kaalladzii yughsyaa 'alayhi mina almawti fa-idzaa dzahaba alkhawfu salaquukum bi-alsinatin hidaadin asyihhatan 'alaa alkhayri ulaa-ika lam yu/minuu fa-ahbatha allaahu a'maalahum wakaana dzaalika 'alaa allaahi yasiiraan
««•»»
Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik- balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
««•»»
grudging you [their help]. So when there is panic, you see them observing you, their eyes rolling, like someone fainting at death. Then, when the panic is over, they scald you with [their] sharp tongues in their greed for riches. They never have had faith. So Allah has made their works fail, and that is easy for Allah.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menyebutkan sifat-sifat orang-orang yang selalu menghindarkan diri dari ikut berperang bersama Nabi itu:
  1. Mereka tidak menolong Muhammad dan kaum Muslimin dalam menghadapi musuh-musuh, baik pertolongan berupa harta benda maupun berupa jiwa raga.
  2. Apabila musuh-musuh telah menyerang dan orang-orang yang beriman telah bertempur dengan gagahnya, menolak serangan musuh, mereka menoleh ke kiri dan ke kanan, karena ketakutan dan mencari-cari jalan kesempatan lari dari medan pertempuran menghindari mati.
  3. Apabila pertempuran telah usai dan merasa diri mereka telah aman, mereka bersikap sombong dan membangga-banggakan jasa dan keberanian dalam medan pertempuran padahal semua itu adalah omong kosong belaka yang menyakitkan hati. Seakan-akan merekalah orang-orang yang berperang mati-matian sampai kemenangan tercapai, padahal semua yang mereka katakan itu adalah dusta belaka.
  4. Mereka sangat rakus kepada harta rampasan yang telah diperoleh kaum Muslimin, dan tidak mau melepaskan sesuatu yang telah mereka dapat. Padahal sebelumnya mereka tidak mau mengeluarkan harta untuk menolong Nabi saw.
Orang-orang yang telah disebutkan sifat-sifatnya itu pada hakikatnya adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul Nya, tidak beramal dengan tulus ikhlas dan tidak mau berkorban sedikitpun, karena mereka adalah orang-orang munafik. Karena sifat dan sikap mereka yang demikian itu, maka Allah SWT menghapus segala pahala amal perbuatan mereka dan menjadikan nya seolah-olah debu yang beterbangan yang tidak ada artinya sama sekali.

Pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa menghapuskan pahala amal perbuatan orang-orang munafik itu bukanlah suatu yang sukar bagi Allah, tetapi amat mudah bagi Nya, karena Dia Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui segala sesuatu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka bakhil terhadap kalian) maksudnya sangat perhitungan dalam menolong dan membantu kalian. Lafal asyihhatan bentuk jamak dari lafal syahiihun; berkedudukan menjadi hal atau kata keterangan keadaan dari dhamir yang terkandung di dalam lafal ya'tuuna (apabila datang ketakutan, kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti) penglihatan atau seperti terbeliaknya (orang yang pingsan karena akan mati) yaitu orang yang sedang sekarat maut (dan apabila ketakutan telah hilang) harta-harta rampasan telah diperoleh kaum Muslimin (mereka mencaci kalian) menyakiti kalian atau memukul kalian (dengan lidah yang tajam, sedangkan mereka bakhil untuk berbuat kebaikan) atas harta rampasan yang telah diperolehnya. (Mereka itu tidak beriman) sesungguhnya (maka Allah menghapus pahala amal mereka. Dan yang demikian itu) penghapusan pahala amal perbuatan itu (adalah mudah bagi Allah) dengan kehendak-Nya.
««•»»
grudging to you, in their help (ashihha, ‘grudging’, is the plural of shahīh, and is a circumstantial qualifier referring to the subject [of the verb] ya’tūna, ‘they engage’). And when there is a panic, you see them looking at you, their eyes rolling like one, that is, like the look of one, or the rolling of one, fainting at death, in other words, [one] in the throes thereof; but when the panic subsides, and the spoils have been secured, they scald you, they hurt you, or they smite you, with [their] sharp tongues, in their greed for the riches, in other words, for the spoils, which they demand [greedily]. Those, they never believed, really. Therefore God has invalidated their works, and that, invalidation, is easy for God, by His will.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar