Minggu, 09 Agustus 2015

[033] Al Ahzab Ayat 024

««•»»
[033] Al Ahzab Ayat 024
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 22][AYAT 25]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:24

[033] Al Ahzab Ayat 023

««•»»
Surah Al Ahzab 23

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا
««•»»
mina almu/miniina rijaalun shadaquu maa 'aahaduu allaaha 'alayhi faminhum man qadaa nahbahu waminhum man yantazhiru wamaa baddaluu tabdiilaan
««•»»
Di antara orang-orang mu'min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu  {1209} dan mereka tidak merobah (janjinya),
{1209} Maksudnya menunggu apa yang telah Allah janjikan kepadanya.
««•»»
Among the faithful are men who fulfill what they have pledged to Allah. Of them are some who have fulfilled their pledge, and of them are some who still wait, and they have not changed in the least,
««•»»

Allah SWT menerangkan bahwa di antara kaum Muslimin yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul Nya, ada orang-orang yang menepati janjinya. Mereka telah berjuang dengan seluruh jiwa dan hartanya, sebagian mereka ada yang mati syahid di perang Badar, di perang Uhud, di perang Khandaq ini dan di peperangan-peperangan lainnya, sedang sebagian yang lain ada yang menunggu-nunggu dipanjangkan umurnya, menunggu ketetapan Allah Yang Maha Esa. Dan orang-orang yang masih hidup ini, sekali-kali tidak akan berubah janjinya kepada Allah, akan tetapi ditepatinya janjinya selama hayat dikandung badan.

Dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, At Timizi, An Nasa'i dan imam-imam hadis yang lain dari sahabat Anas, ia berkata: "Pamanku Anas bin Nadar, tidak ikut perang Badar, maka ia merasa sedih dan kecewa. Ia berkata: "Aku tidak hadir pada peperangan yang pertama kali Rasulullah saw ada di dalamnya. Sesungguhnya jika Allah memberikan kesempatan kepadaku menghadiri peperangan bersama Rasululalh sesudah ini, tentulah Allah Ta'ala akan melihat apa yang akan aku lakukan". Maka pamanku kata Aus dapat ikut serta dalam perang Uhud. Dalam perjalanan menuju Uhud itu, pamanku itu bertemu dengan Saad bin Muaz, dan Saad bertanya kepadanya: "Hai Abu 'Amr, hendak kemanakah engkau?". Pamanku menjawab: "Mencari bau surga yang akan aku peroleh di perang Uhud nanti". Maka pamanku terus ke Uhud dan gugur sebagai syuhada' di sana. Pada tubuhnya terdapat kira-kira 80 bekas pukulan, tusukan tombak dan lubang anak panah". Maka turunlah ayat ini.

Menurut Tafsir Al Kasysyaf bahwa beberapa orang sahabat ada yang bernazar; jika mereka ikut perang bersama Rasulullah, mereka tidak akan mundur dan tetap bertahan sampai gugur sebagai syuhada'. Di antara sahabat yang berjanji itu ialah Usman bin Affan, Talhan bin Ubaidillah, Saad bin Zaid, Hamzah, Mas'ub bin Umair dan sahabat-sahabat yang lain.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa-apa yang telah mereka janjikan kepada Allah) yaitu gigih bertahan bersama dengan Nabi saw. (maka di antara mereka ada yang gugur) mati atau terbunuh di jalan Allah (dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu) hal tersebut (dan mereka sedikit pun tidak mengubah) janjinya, berbeda halnya dengan orang-orang munafik.
««•»»
Among the believers are men who are true to the covenant they made with God, in steadfastly remaining alongside the Prophet (s). Some of them have fulfilled their vow, having died or been killed [fighting] for God’s cause, and some are still awaiting, for this [fate], and they have not changed, [their commitment to] the covenant, in the least, and they stand in contrast to the situation with the hypocrites;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 22][AYAT 24]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:23

[033] Al Ahzab Ayat 022

««•»»
Surah Al Ahzab 22

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
««•»»
walammaa raaa almu/minuuna al-ahzaaba qaaluu haadzaa maa wa'adanaa allaahu warasuuluhu washadaqa allaahu warasuuluhu wamaa zaadahum illaa iimaanan watasliimaan
««•»»
Dan tatkala orang-orang mu'min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya {1208} kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.
{1208} Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya itu ialah kemenangan sesudah mengalami kesukaran.
««•»»
But when the faithful saw the confederates, they said, ‘This is what Allah and His Apostle had promised us, and Allah and His Apostle were true.’ And it only increased them in faith and submission.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan sikap dan tindakan kaum. Muslimin dalam menghadapi perang Ahzab Mereka bekerja dan berjuang semata-mata karena Allah mengikuti perintah Nabi, bukan karena kepentingan diri sendiri, seluruh harta bahkan jiwa raga mereka, mereka serahkan kepada Nabi untuk kepentingan perjuangan. Mereka berjuang dengan tabah dan sabar. Semakin besar bahaya mengancam, semakin kuat iman dan ketabahan mereka. Ketika mereka melihat keadaan tentara yang bersekutu jumlahnya sangat besar yang akan menyerbu mereka sedang jumlah mereka hanya berjumlah sedikit, mereka berkata: "Inilah yang telah dijanjikan Allah dan Rasul Nya kepada kita, berupa ujian dan cobaan, sebagai pendahuluan dari kemenangan yang akan datang, karena itu kita haruslah tabah dan sabar dalam menghadapinya.

Pada ayat yang lain diterangkan syarat-syarat kebahagiaan dan kemenangan yang akan diperoleh orang-orang yang beriman.

Allah SWT berfirman
أم حسبتم أن تدخلوا الجنة ولما يأتكم مثل الذين خلوا من قبلكم مستهم الباساء والضراء وزلزلوا حتى يقول الرسول والذين ءامنوا معه متى نصر الله إلا أن نصر الله قريب
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang yang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah". Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amal dekat.
(QS. Al Baqarah [2]:214)

Dan firman Nya lagi:
أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji (lagi).
(QS. Al Ankabut [29]:2)

Diriwayatkan oleh Ibnu Kasir bahwa pada waktu menggali parit sebelum tentara yang bersekutu datang, Rasulullah saw pernah menyampaikan bahwa Jibril mengatakan kepadanya bahwa kerajaan Persia, Romawi akan takluk di bawah kekuasaan kaum Muslimin". Mendengar kabar berita itu, kaum Muslimin sangat senang, karena mereka percaya bahwa itu adalah janji Allah. Tatkala datang tentara yang bersekutu mengepung mereka maka mereka menganggap bahwa kedatangan tentara yang bersekutu itu adalah ujian dan cobaan bagi mereka sebelum memperoleh kemenangan dan sebelum mereka menaklukkan Persia dan Romawi, sehingga mereka mengucapkan:

Sesungguhnya benarlah yang dijanjikan Allah itu dengan meluaskan agama Islam ke seluruh penjuru dunia di kemudian hari, dan benar pula apa yang diisyaratkan Allah untuk mencapai kemenangan dan kebahagiaan itu, yaitu bertawakkal dan sabar dalam menerima cobaan dan halangan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan tatkala orang-orang Mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu) yang terdiri dari orang-orang kafir (mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.") Yakni cobaan dan pertolongan dari Allah. (Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya) tentang yang dijanjikannya. (Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka) (kecuali iman) percaya mereka akan janji Allah (dan ketundukan) kepada perintah-Nya.
««•»»
And when the believers saw the confederates, of disbelievers, they said, ‘This is what God and His Messenger promised us, in the way of trial and [assistance to] victory, and God and His Messenger were truthful’, about the promise. And that only increased them in faith, in belief in God’s promise, and submission, to His command.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 21][AYAT 23]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=22&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:22

[033] Al Ahzab Ayat 021

««•»»
Surah Al Ahzab 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
««•»»
laqad kaana lakum fii rasuuli allaahi uswatun hasanatun liman kaana yarjuu allaaha waalyawma al-aakhira wadzakara allaaha katsiiraan
««•»»
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
««•»»
In the Apostle of Allah there is certainly for you a good exemplar, for those who look forward to Allah and the Last Day, and remember Allah greatly.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT memperingatkan orang-orang munafik. bahwa sebenarnya mereka dapat memperoleh teladan yang baik dari Nabi saw. Rasulullah saw adalah seorang yang kuat imannya, berani, sabar, tabah menghadapi segala macam cobaan, percaya dengan sepenuhnya kepada segala ketentuan-ketentuan Allah dan beliaupun mempunyai akhlak yang mulia. Jika mereka bercita-cita ingin menjadi manusia yang baik, berbahagia hidup di dunia dan di akhirat, tentulah mereka akan mencontoh dan mengikuti Nabi. Tetapi perbuatan dan tingkah laku mereka menunjukkan bahwa mereka tidak mengharapkan keridaan Allah dan segala macam bentuk kebahagiaan hakiki itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan bagi kalian) dapat dibaca iswatun dan uswatun (yang baik) untuk diikuti dalam hal berperang dan keteguhan serta kesabarannya, yang masing-masing diterapkan pada tempat-tempatnya (bagi orang) lafal ayat ini berkedudukan menjadi badal dari lafal lakum (yang mengharap rahmat Allah) yakni takut kepada-Nya (dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah) berbeda halnya dengan orang-orang yang selain mereka.
««•»»
Verily there is for you a good example (read iswa or uswa) in the Messenger of God, to emulate in combat and in holding one’s ground [therein], for whoever (li-man substitutes for lakum, ‘for you’) hopes for [the encounter with] God, fears Him, and the Last Day, and remembers God often, in contrast to those who do not.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 20][AYAT 22]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=21&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:21

Senin, 22 Juni 2015

[033] Al Ahzab Ayat 020

««•»»
Surah Al Ahzab 20

يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا وَإِنْ يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُمْ بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنْبَائِكُمْ وَلَوْ كَانُوا فِيكُمْ مَا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا
««•»»
yahsabuuna al-ahzaaba lam yadzhabuu wa-in ya/ti al-ahzaabu yawadduu law annahum baaduuna fii al-a'raabi yas-aluuna 'an anbaa-ikum walaw kaanuu fiikum maa qaataluu illaa qaliilaan
««•»»
Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badwi, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.
««•»»
They suppose the confederates have not left yet, and were the confederates to come [again], they would wish they were in the desert with the Bedouins asking about your news, and if they were with you they would fight but a little.
««•»»

Orang-orang munafik itu akibat sangat ketakutan, mereka mengira bahwa tentara yang bersekutu itu masih berada di medan pertempuran, padahal tentara-tentara itu telah lari berserakan, kembali ke negeri mereka masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang munafik itu, karena mereka adalah orang-orang yang pengecut dan tidak beriman, maka mereka tidak ikut berperang, seakan-akan mereka tidak hadir di medan perang itu. Oleh karena itu mereka tidak menghayati gerak gerik musuh. Dalam pada itu, kalau kiranya tentara yang bersekutu itu kembali lagi menyerang mereka menginginkan agar mereka berada di Badiyah (padang pasir) yang jauh dari kota bersama-sama Arab Badwi dan penduduk padang pasir, agar mereka tidak kena bahaya peperangan. Bagi mereka cukuplah kiranya bila telah dapat bertanya kepada orang-orang yang datang ke tempat mereka itu tentang keadaan Nabi dan kaum Muslimin.

Selanjutnya Allah SWT menerangkan bahwa pada peperangan yang telah lewat itu, andaikata orang-orang munafik itu tidak meninggalkan medan pertempuran dan tetap bersama kaum Muslimin digaris depan, kemudian terjadi pertempuran yang dahsyat, maka mereka juga tidak akan ikut berperang, atau kalau mereka ikut berperang mereka berperang tidak dengan sepenuh hati dan keimanan, mereka akan melawan musuh sekadar memenuhi permintaan Nabi saja, dan mereka juga tidak meninggalkan medan pertempuran di saat-saat musuh melakukan serangan yang gencar.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka mengira golongan-golongan yang bersekutu itu) yaitu orang-orang kafir (belum pergi) maksudnya belum kembali ke Mekah disebabkan perasaan takut mereka terhadapnya (dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali) mengadakan serangan ulang (niscaya mereka ingin) mengharapkan (berada di dusun-dusun bersama orang-orang Arab badui) berada di tengah-tengah mereka di perkampungan (sambil menanya-nanya tentang berita-berita kalian) yakni kabar kalian beserta orang-orang kafir yang menyerang kalian. (Dan sekiranya mereka berada bersama kalian) di dalam serangan kali ini (mereka tidak akan berperang melainkan sebentar saja) hanya karena pamer dan takut dicela sebab tidak ikut berperang.
««•»»
They suppose that the confederates, of disbelievers, have not [yet] departed, to Mecca, because of their fear of them, and were the confederates to come, a second time, they would wish that they were in the desert with the Bedouins asking about your news, your encounters with the disbelievers. And if they were among you, this second time, they would fight but a little, for show and for fear of being reviled.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:20

[033] Al Ahzab Ayat 019

««•»»
Surah Al Ahzab 19

أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَى عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُمْ بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ أُولَئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا
««•»»
asyihhatan 'alaykum fa-idzaa jaa-a alkhawfu ra-aytahum yanzhuruuna ilayka taduuru a'yunuhum kaalladzii yughsyaa 'alayhi mina almawti fa-idzaa dzahaba alkhawfu salaquukum bi-alsinatin hidaadin asyihhatan 'alaa alkhayri ulaa-ika lam yu/minuu fa-ahbatha allaahu a'maalahum wakaana dzaalika 'alaa allaahi yasiiraan
««•»»
Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik- balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
««•»»
grudging you [their help]. So when there is panic, you see them observing you, their eyes rolling, like someone fainting at death. Then, when the panic is over, they scald you with [their] sharp tongues in their greed for riches. They never have had faith. So Allah has made their works fail, and that is easy for Allah.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menyebutkan sifat-sifat orang-orang yang selalu menghindarkan diri dari ikut berperang bersama Nabi itu:
  1. Mereka tidak menolong Muhammad dan kaum Muslimin dalam menghadapi musuh-musuh, baik pertolongan berupa harta benda maupun berupa jiwa raga.
  2. Apabila musuh-musuh telah menyerang dan orang-orang yang beriman telah bertempur dengan gagahnya, menolak serangan musuh, mereka menoleh ke kiri dan ke kanan, karena ketakutan dan mencari-cari jalan kesempatan lari dari medan pertempuran menghindari mati.
  3. Apabila pertempuran telah usai dan merasa diri mereka telah aman, mereka bersikap sombong dan membangga-banggakan jasa dan keberanian dalam medan pertempuran padahal semua itu adalah omong kosong belaka yang menyakitkan hati. Seakan-akan merekalah orang-orang yang berperang mati-matian sampai kemenangan tercapai, padahal semua yang mereka katakan itu adalah dusta belaka.
  4. Mereka sangat rakus kepada harta rampasan yang telah diperoleh kaum Muslimin, dan tidak mau melepaskan sesuatu yang telah mereka dapat. Padahal sebelumnya mereka tidak mau mengeluarkan harta untuk menolong Nabi saw.
Orang-orang yang telah disebutkan sifat-sifatnya itu pada hakikatnya adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul Nya, tidak beramal dengan tulus ikhlas dan tidak mau berkorban sedikitpun, karena mereka adalah orang-orang munafik. Karena sifat dan sikap mereka yang demikian itu, maka Allah SWT menghapus segala pahala amal perbuatan mereka dan menjadikan nya seolah-olah debu yang beterbangan yang tidak ada artinya sama sekali.

Pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa menghapuskan pahala amal perbuatan orang-orang munafik itu bukanlah suatu yang sukar bagi Allah, tetapi amat mudah bagi Nya, karena Dia Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui segala sesuatu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka bakhil terhadap kalian) maksudnya sangat perhitungan dalam menolong dan membantu kalian. Lafal asyihhatan bentuk jamak dari lafal syahiihun; berkedudukan menjadi hal atau kata keterangan keadaan dari dhamir yang terkandung di dalam lafal ya'tuuna (apabila datang ketakutan, kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti) penglihatan atau seperti terbeliaknya (orang yang pingsan karena akan mati) yaitu orang yang sedang sekarat maut (dan apabila ketakutan telah hilang) harta-harta rampasan telah diperoleh kaum Muslimin (mereka mencaci kalian) menyakiti kalian atau memukul kalian (dengan lidah yang tajam, sedangkan mereka bakhil untuk berbuat kebaikan) atas harta rampasan yang telah diperolehnya. (Mereka itu tidak beriman) sesungguhnya (maka Allah menghapus pahala amal mereka. Dan yang demikian itu) penghapusan pahala amal perbuatan itu (adalah mudah bagi Allah) dengan kehendak-Nya.
««•»»
grudging to you, in their help (ashihha, ‘grudging’, is the plural of shahīh, and is a circumstantial qualifier referring to the subject [of the verb] ya’tūna, ‘they engage’). And when there is a panic, you see them looking at you, their eyes rolling like one, that is, like the look of one, or the rolling of one, fainting at death, in other words, [one] in the throes thereof; but when the panic subsides, and the spoils have been secured, they scald you, they hurt you, or they smite you, with [their] sharp tongues, in their greed for the riches, in other words, for the spoils, which they demand [greedily]. Those, they never believed, really. Therefore God has invalidated their works, and that, invalidation, is easy for God, by His will.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:19

[033] Al Ahzab Ayat 018

««•»»
Surah Al Ahzab 18

قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الْمُعَوِّقِينَ مِنْكُمْ وَالْقَائِلِينَ لِإِخْوَانِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا وَلَا يَأْتُونَ الْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا
««•»»
qad ya'lamu allaahu almu'awwiqiina minkum waalqaa-iliina li-ikhwaanihim halumma ilaynaa walaa ya/tuuna alba/sa illaa qaliilaan
««•»»
Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang- halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara- saudaranya: "Marilah kepada kami". Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar.
««•»»
Allah knows those of you who discourage others, and those who say to their brethren, ‘Come to us!’ and they take little part in the battle,
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT mengetahui dengan sesungguhnya orang-orang yang menghambat-hambat manusia mengikuti Rasulullah saw berperang di jalan Nya, sebagaimana Dia mengetahui pula orang-orang yang enggan dan minta izin kepada Rasulullah saw tidak ikut berperang serta orang-orang yang mengajak penduduk Madinah agar tidak ikut berperang bersamanya.

Dalam pada itu ada pula orang-orang yang ikut berperang sebentar saja sekadar untuk memperlihatkan kepada kaum Muslimin bahwa sebenarnya mereka itu termasuk orang yang ikut berperang, tetapi di saat kaum Muslimin terlengah mereka menghilang dengan diam-diam dan kembali ke rumahnya masing-masing.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi) yang menghambat (di antara kalian dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya, "Marilah) kemarilah (kepada kami." Dan mereka tidak mendatangi peperangan) pertempuran (melainkan hanya sebentar) hanya ingin pamer dan cari muka.
««•»»
Indeed God already knows the hinderers among you and those who say to their brethren, ‘Come to us’, and they do not engage in the battle except a little, for show and for [the sake of their] reputation,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:18