Minggu, 09 Agustus 2015

[033] Al Ahzab Ayat 024

««•»»
[033] Al Ahzab Ayat 024
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 22][AYAT 25]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:24

[033] Al Ahzab Ayat 023

««•»»
Surah Al Ahzab 23

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا
««•»»
mina almu/miniina rijaalun shadaquu maa 'aahaduu allaaha 'alayhi faminhum man qadaa nahbahu waminhum man yantazhiru wamaa baddaluu tabdiilaan
««•»»
Di antara orang-orang mu'min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu  {1209} dan mereka tidak merobah (janjinya),
{1209} Maksudnya menunggu apa yang telah Allah janjikan kepadanya.
««•»»
Among the faithful are men who fulfill what they have pledged to Allah. Of them are some who have fulfilled their pledge, and of them are some who still wait, and they have not changed in the least,
««•»»

Allah SWT menerangkan bahwa di antara kaum Muslimin yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul Nya, ada orang-orang yang menepati janjinya. Mereka telah berjuang dengan seluruh jiwa dan hartanya, sebagian mereka ada yang mati syahid di perang Badar, di perang Uhud, di perang Khandaq ini dan di peperangan-peperangan lainnya, sedang sebagian yang lain ada yang menunggu-nunggu dipanjangkan umurnya, menunggu ketetapan Allah Yang Maha Esa. Dan orang-orang yang masih hidup ini, sekali-kali tidak akan berubah janjinya kepada Allah, akan tetapi ditepatinya janjinya selama hayat dikandung badan.

Dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, At Timizi, An Nasa'i dan imam-imam hadis yang lain dari sahabat Anas, ia berkata: "Pamanku Anas bin Nadar, tidak ikut perang Badar, maka ia merasa sedih dan kecewa. Ia berkata: "Aku tidak hadir pada peperangan yang pertama kali Rasulullah saw ada di dalamnya. Sesungguhnya jika Allah memberikan kesempatan kepadaku menghadiri peperangan bersama Rasululalh sesudah ini, tentulah Allah Ta'ala akan melihat apa yang akan aku lakukan". Maka pamanku kata Aus dapat ikut serta dalam perang Uhud. Dalam perjalanan menuju Uhud itu, pamanku itu bertemu dengan Saad bin Muaz, dan Saad bertanya kepadanya: "Hai Abu 'Amr, hendak kemanakah engkau?". Pamanku menjawab: "Mencari bau surga yang akan aku peroleh di perang Uhud nanti". Maka pamanku terus ke Uhud dan gugur sebagai syuhada' di sana. Pada tubuhnya terdapat kira-kira 80 bekas pukulan, tusukan tombak dan lubang anak panah". Maka turunlah ayat ini.

Menurut Tafsir Al Kasysyaf bahwa beberapa orang sahabat ada yang bernazar; jika mereka ikut perang bersama Rasulullah, mereka tidak akan mundur dan tetap bertahan sampai gugur sebagai syuhada'. Di antara sahabat yang berjanji itu ialah Usman bin Affan, Talhan bin Ubaidillah, Saad bin Zaid, Hamzah, Mas'ub bin Umair dan sahabat-sahabat yang lain.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa-apa yang telah mereka janjikan kepada Allah) yaitu gigih bertahan bersama dengan Nabi saw. (maka di antara mereka ada yang gugur) mati atau terbunuh di jalan Allah (dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu) hal tersebut (dan mereka sedikit pun tidak mengubah) janjinya, berbeda halnya dengan orang-orang munafik.
««•»»
Among the believers are men who are true to the covenant they made with God, in steadfastly remaining alongside the Prophet (s). Some of them have fulfilled their vow, having died or been killed [fighting] for God’s cause, and some are still awaiting, for this [fate], and they have not changed, [their commitment to] the covenant, in the least, and they stand in contrast to the situation with the hypocrites;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 22][AYAT 24]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:23

[033] Al Ahzab Ayat 022

««•»»
Surah Al Ahzab 22

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
««•»»
walammaa raaa almu/minuuna al-ahzaaba qaaluu haadzaa maa wa'adanaa allaahu warasuuluhu washadaqa allaahu warasuuluhu wamaa zaadahum illaa iimaanan watasliimaan
««•»»
Dan tatkala orang-orang mu'min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya {1208} kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.
{1208} Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya itu ialah kemenangan sesudah mengalami kesukaran.
««•»»
But when the faithful saw the confederates, they said, ‘This is what Allah and His Apostle had promised us, and Allah and His Apostle were true.’ And it only increased them in faith and submission.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan sikap dan tindakan kaum. Muslimin dalam menghadapi perang Ahzab Mereka bekerja dan berjuang semata-mata karena Allah mengikuti perintah Nabi, bukan karena kepentingan diri sendiri, seluruh harta bahkan jiwa raga mereka, mereka serahkan kepada Nabi untuk kepentingan perjuangan. Mereka berjuang dengan tabah dan sabar. Semakin besar bahaya mengancam, semakin kuat iman dan ketabahan mereka. Ketika mereka melihat keadaan tentara yang bersekutu jumlahnya sangat besar yang akan menyerbu mereka sedang jumlah mereka hanya berjumlah sedikit, mereka berkata: "Inilah yang telah dijanjikan Allah dan Rasul Nya kepada kita, berupa ujian dan cobaan, sebagai pendahuluan dari kemenangan yang akan datang, karena itu kita haruslah tabah dan sabar dalam menghadapinya.

Pada ayat yang lain diterangkan syarat-syarat kebahagiaan dan kemenangan yang akan diperoleh orang-orang yang beriman.

Allah SWT berfirman
أم حسبتم أن تدخلوا الجنة ولما يأتكم مثل الذين خلوا من قبلكم مستهم الباساء والضراء وزلزلوا حتى يقول الرسول والذين ءامنوا معه متى نصر الله إلا أن نصر الله قريب
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang yang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah". Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amal dekat.
(QS. Al Baqarah [2]:214)

Dan firman Nya lagi:
أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji (lagi).
(QS. Al Ankabut [29]:2)

Diriwayatkan oleh Ibnu Kasir bahwa pada waktu menggali parit sebelum tentara yang bersekutu datang, Rasulullah saw pernah menyampaikan bahwa Jibril mengatakan kepadanya bahwa kerajaan Persia, Romawi akan takluk di bawah kekuasaan kaum Muslimin". Mendengar kabar berita itu, kaum Muslimin sangat senang, karena mereka percaya bahwa itu adalah janji Allah. Tatkala datang tentara yang bersekutu mengepung mereka maka mereka menganggap bahwa kedatangan tentara yang bersekutu itu adalah ujian dan cobaan bagi mereka sebelum memperoleh kemenangan dan sebelum mereka menaklukkan Persia dan Romawi, sehingga mereka mengucapkan:

Sesungguhnya benarlah yang dijanjikan Allah itu dengan meluaskan agama Islam ke seluruh penjuru dunia di kemudian hari, dan benar pula apa yang diisyaratkan Allah untuk mencapai kemenangan dan kebahagiaan itu, yaitu bertawakkal dan sabar dalam menerima cobaan dan halangan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan tatkala orang-orang Mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu) yang terdiri dari orang-orang kafir (mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.") Yakni cobaan dan pertolongan dari Allah. (Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya) tentang yang dijanjikannya. (Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka) (kecuali iman) percaya mereka akan janji Allah (dan ketundukan) kepada perintah-Nya.
««•»»
And when the believers saw the confederates, of disbelievers, they said, ‘This is what God and His Messenger promised us, in the way of trial and [assistance to] victory, and God and His Messenger were truthful’, about the promise. And that only increased them in faith, in belief in God’s promise, and submission, to His command.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 21][AYAT 23]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=22&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:22

[033] Al Ahzab Ayat 021

««•»»
Surah Al Ahzab 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
««•»»
laqad kaana lakum fii rasuuli allaahi uswatun hasanatun liman kaana yarjuu allaaha waalyawma al-aakhira wadzakara allaaha katsiiraan
««•»»
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
««•»»
In the Apostle of Allah there is certainly for you a good exemplar, for those who look forward to Allah and the Last Day, and remember Allah greatly.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT memperingatkan orang-orang munafik. bahwa sebenarnya mereka dapat memperoleh teladan yang baik dari Nabi saw. Rasulullah saw adalah seorang yang kuat imannya, berani, sabar, tabah menghadapi segala macam cobaan, percaya dengan sepenuhnya kepada segala ketentuan-ketentuan Allah dan beliaupun mempunyai akhlak yang mulia. Jika mereka bercita-cita ingin menjadi manusia yang baik, berbahagia hidup di dunia dan di akhirat, tentulah mereka akan mencontoh dan mengikuti Nabi. Tetapi perbuatan dan tingkah laku mereka menunjukkan bahwa mereka tidak mengharapkan keridaan Allah dan segala macam bentuk kebahagiaan hakiki itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan bagi kalian) dapat dibaca iswatun dan uswatun (yang baik) untuk diikuti dalam hal berperang dan keteguhan serta kesabarannya, yang masing-masing diterapkan pada tempat-tempatnya (bagi orang) lafal ayat ini berkedudukan menjadi badal dari lafal lakum (yang mengharap rahmat Allah) yakni takut kepada-Nya (dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah) berbeda halnya dengan orang-orang yang selain mereka.
««•»»
Verily there is for you a good example (read iswa or uswa) in the Messenger of God, to emulate in combat and in holding one’s ground [therein], for whoever (li-man substitutes for lakum, ‘for you’) hopes for [the encounter with] God, fears Him, and the Last Day, and remembers God often, in contrast to those who do not.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 20][AYAT 22]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of73
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=33&tAyahNo=21&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#33:21